Doa dalam kesesakan


Doa Nabi Yunus dari dalam perut ikan besar....

Yunus 2:2 -10
"Dalam kesusahanku aku berseru   kepada TUHAN,   dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati  aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.
 Telah Kaulemparkan aku   ke tempat yang dalam,   ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu  melingkupi aku. 

Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu   yang kudus? 

Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku di dasar gunung-gunung.  Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya.

Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur,   ya TUHAN, Allahku. Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah   aku kepada TUHAN , dan sampailah doaku  kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.

Mereka yang berpegang teguh pada berhala   kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia. Tetapi aku, dengan ucapan syukur  akan kupersembahkan korban  kepada-Mu; apa yang kunazarkan   akan kubayar. Keselamatan  adalah dari TUHAN!"

Lalu berfirmanlah TUHAn kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

sumber : http://sabda.org/publikasi/e-sh/2016/07/06/


Allah tetap setia, walaupun kita tidak setia. Seringkali kita baru dapat berdoa saat kondisi sudah terjepit dan bahkan seperti mau mati rasanya. Padahal doa itu adalah nafas orang beriman, yang dapat kita lakukan dimanapun dan kapanpun untuk kita berkomunikasi dengan sang Pencipta.

Yukkk kita berdialog dengan sang Pencipta, jangan saat kita memerlukan pertolongan DIA saja. Dan biarlah doa itu menjadi bagian dari hidup kita dan nafas kita. Tanpa doa kita akan mati...

Comments

Popular posts from this blog

RPLT

Here I am to Worship by Hillsong

Kematian