Pengampunan dan Dakwaan
Pengampunan adalah sebuah penghapusan kesalahan seperti kita menulis di kertas putih, dan apabila kita melakukan kesalahan, kita menyadarinya, maka kesalahan tersebut dapat dihapuskan. Di jaman perjanjian lama pengampunan selalu dapat dilaksanakan setelah diberikan sebuah korban bakaran sebagai ganti dosa atau kesalahan umat di jaman perjanjian lama.
Tetapi sejak perjanjian baru karena Tuhan Yesus telah menjadi korban bagi umat manusia, maa pengampunan dosa yang kita lakukan telah disucikan oleh bilur-bilur Yesus yang tercurah saat mati di atas kayu salib sebagai korban ganti dosa-dosa kita.
Apakah kita pernah mengalami pengampunan dosa tersebut? Apakah kita pernah mengakui dosa di hadapan Tuhan tetapi kita merasa Tuhan tidak pernah mengampuni dosa kita tersebut?
Berhati-hatilah jika kita mengalami perasaan bersalah yang tidak berkesudahan, karena itu bukan berasal dari Tuhan, karena ada tertulis "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yohanes 1:9).
Iblis, dalam bahasa Ibrani artinya adalah “penuduh atau musuh”. Iblis pada awalnya merupakan penghulu malaikat yang diciptakan oleh Tuhan dengan sempurna dan baik. Ia ditunjuk untuk melayani Tahta Allah. Namun, sebelum dunia dijadikan Ia telah memberontak kepada Allah dan menjadi musuh besar Allah dan manusia.
Identitas Iblis
Sebagai peniru Allah, iblis juga memiiliki beberapa nama yang mewakili sifatnya. Memang iblis dibuang dari surga karena ia ingin menyamai Allah dalam segala hal. Inilah nama-nama yang saya berikan supaya kita lebih tahu tentang musuh nomor satu kita.
1.Satanos (bahasa Yunani), Satan (bahasa Ibrani), artinya lawan (dalam bahasa Inggrisnya adalah adversary).
2.The Evil One atau dalam bahasa Indonesia disebut “si Jahat.”
3.Devil, Diablos (bahasa Iblis). Berasal dari akar kata “Dia” artinya throught dan “Ballo” artinya to cast atau melemparkan diri. Artinya iblis selalu mengacaukan hubungan baik antara seesama kita atau dengan Tuhan.
Identitas lain dari iblis.
1.The Tempter artinya “si Penggoda.” Iblis selalu menggoda tiga hal pada diri manusia, seperti ia menggoda Hawa di kitab Kejadian 3. yang pertama adalah keinginan daging dengan cara menawarkan buah pengetahuan yang baik dan jahat kepada Hawa. Dalam bahasa sehari-hari, “Ini menyenangkanku.” Yang kedua adalah keinginan mata sehingga buah itu sedap kelihatannya, baik, dan memberi pengetahuan menurut pandangan Hawa. Dalam bahasa sehari-hari, “Rasanya, ngak ada salahnya aku melakukan ini. Semua juga melakukan kok.” Yang ketiga keangkuhan hidup dengan cara menawarkan kuasa seperti Allah. Dalam bahasa sehari-hari, “Ini’kan tubuh, tubuhku sendiri. Ini’kan uang, uangku sendiri. Kenapa aku harus diatur?” Nah, di sini iblis memumculkan diri secara tersamar. Ia menggoda manusia supaya jatuh dalam dosa.
2.The Deceiver artinya “Si Penipu.” Kitab 2 Korintus 11:13-15 mencatat mengenai peranan iblis dalam hal penyesatan jemaat atau manusia yang tidak mengenal Allahnya, 11:13 Sebab orang-orang itu aalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus seperti yang diperingatkan Tuhan: “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.” Sudahkan anda mengenal Allah kita lebih dalam ? Kalau anda mengenal Allah, maka anda akan bisa mengenal imitasi-imitasi atau peniru-peniru Allah. Sebagai penipu ia memunculkan dirinya sebagai saudara palsu di tengah-tengah jemaat. Atau tampil sebagai hamba-hamba Tuhan atau pendeta palsu di tengah-tengah jemaat. Atau tampil, sebagai hamba-hamba Tuhan atau pendeta palsu di tengah-tengah mimbar, bahkan nabi palsu di tengah-tengah berbagai kegiatan spiritual, dan puncaknya mesias palsu di tengah-tengah dunia. Kalau anda tidak mau tertipu, kenallah Allah yang anda sembah.
3.The Accuser artinya “Si Pendakwa” (Wahyu 12:10). Juga memiliki arti yang lain yang disebut “Si Penghujat” (Slanderer). Ia berusaha untuk mendakwa umat Tuhan. Oleh karena itu seringkali kita dipakai oleh iblis untuk menghakimi hamba-hamba Tuhan dan memecah belah sesama saudara seiman. Jika di tempat anda sedang terjadi perpecahan, entah perpecahan keluarga, kantor, gereja, maka inilah biang keroknya. Tetapi antek-anteknya adalah manusia juga. Saudaraku, saya peringatkan jangan ijinkan dia memperalat anda mencaai tujuannya. Itulah sebabnya pekerjaan si jahat harus kita bongkar terlebih dahulu.
Kita perlu mewaspadai setiap pekerjaan iblis, karena kalau kita telah dapat diperdaya olehnya maka kita tidak percaya lagi pada Allah, dan ia akan merampas segala kebaikan itu dari kita. Ya, iblis berusaha menuduh, mendakwa dan mengingatkan kesalahan masa lalu, supaya kita terperangkap keadaan masa lalu dan tidak punya semangat untuk membentuk masa depan. Lalu, bagaimana sikap kita ? Apakah kita diam saja didakwa iblis terus-menerus. Firman Tuhan menjadi jawabannya.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan iblis agar manusia masuk dalam perangkapnya, ialah:
1. Menimbulkan Keraguan
Iblis tidak menyangkal bahwa Allah telah berfirman kepada manusia itu, dengan mengatakan kepada Hawa: “Tentulah Allah berfirman: semua pohon dalam taman ini, jangan kamu makan buahnya, bukan?”, dalam ayat 1. Kelihatannya iblis hanya sekedar mengulang saja Firman Allah. Namun iblis itu mengatakan “semua..” pada Hawa. Iblis seakan-akan hanya mempertayakan kembali, apakah Allah sungguh-sungguh telah berfirman. Apakah Hawa sudah mengerti maksud Allah itu baginya? Mungkin engkau salah mengerti tentang tentang perkataan Allah. Ungkapan iblis ini adalah suatu anjuran dari iblis supaya Hawa meragukan kebaikan dan Firman Allah. Jika Allah sungguh-sungguh mengasihi engkau, Ia tidak akan menyembunyikan sesuatu kepadamu.
Iblis juga mempergunakan Firman Allah ketika mencobai Yesus. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, laparlah Yesus. Lalu dicobai oleh iblis agar Ia makan. Iblis menggunakan Firman Allah, bahkan dia dapat menggunakan apapun untuk menipu dan memperdaya kita dengan kelemahan yang kita miliki.
“Jika engkau anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti” Matius 4:3
Tetapi Yesus tidak terpedaya dan tidak mau terperangkap oleh tipuan iblis, dan Yesus tetap kuat dan tegar oleh Firman Allah.
“Tetapi Yesus menjawab: “ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah” Matius 4:4
Bisa saja orang duniawi akan mempergunakan Firman Allah untuk mencoba membujuk orang percaya supaya melakukan sesuatu yang salah, yang kurang bijaksana dan bahkan perbuatan dosa.
2. Menyangkal Firman Allah
Setelah iblis menimbulkan keragu-raguan pada Hawa, iblis terus berusaha untuk membuat Hawa supaya menyangkal Firman Allah. Iblis menegaskan kepada Hawa, “Sekali-kali kamu tidak akan mati..”, ayat 4. “Engkau tidak akan mati!”. Pernyataan ini merupakan langkah lanjutan dari meragukan kepada menyangkal Firman Allah. Tentunya Adam dan Hawa belum pernah melihat kematian yang sebenarnya. Untuk tetap hidup segala sesuatu yang dibutuhkan oleh Adam dan Hawa adalah hanya Firman Allah. Jika saja Hawa tidak mendengarkan iblis tentunya ia tidak akan terperangkap, mulai meragukan dan menyangkal Firman Allah itu.
3. Memperdaya Manusia
Manusia diperdaya dengan dustanya si iblis. “Engkau akan menjadi seperti Allah!”. Adam dan Hawa telah diciptakan sesuai dengan citra Allah, tetapi iblis mencobai mereka dengan sesuatu yang lebih besar yaitu: menjadi sama seperti Allah! Ini adalah suatu ambisi yang besar dari si iblis, Lucifer itu.
Iblis adalah mahluk ciptaan. Namun kemudian ia ingin disembah dan dilayani sama seperti Allah. Sikap inilah yang membawanya kepada pemberontakan untuk melawan Allah.
“Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai yang Yang Maha Tinggi” Yesaya 14:14
“Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah mahluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin” Roma 1:25
Dusta adalah perkataan iblis, dialah bapa segala dusta. Dusta sering disebut sebagai ciri khas iblis, dialah sumber segala kebohongan itu.
“Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginnan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” Yohanes 8:44
Dusta iblis kepada Hawa adalah ”engkau akan menjadi sama seperti Allah” (Kejadian 3:5). Mempercayai dusta iblis berarti menolak kebenaran Allah.
Ketika manusia itu telah diperdaya oleh iblis, maka seluruh pikiran manusia dapat dikuasainya dan segala keinginan yang dikehendakinyapun masuk pada pikiran manusia itu. Kita melihat bagaimanakah respon atau sikap Hawa ketika ia mempercayai dusta iblis. Hawapun memiliki argumentasi dan jawaban sendiri, yang akhirnya membawa dia jatuh ke dalam dosa.
"Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging (manusia), tetapi melawan (pangkat-pangkat setan di kerajaan angkasa) pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. " Efesus 6:10-12
Jika Anda belum yakin akan kemana Anda pergi setelah kematian menjemput Anda, berdoalah kepada Tuhan Yesus dan undanglah DIA masuk ke dalam hati Anda, akuilah segala dosa Anda dan minta Tuhan Yesus menyucikan hatimu dari segela dosa dan kejahatan, dan mintalah Tuhan Yesus untuk tetap tinggal di dalam hatimu menjadi Raja atas hidupmu sampai maut menjemput ajal kita nanti.
Jika Anda sudah pernah mengundah Tuhan Yesus masuk ke dalam hatimu, jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan dan kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah. Kiranya tulisan ini menjadi berkat bagi kita semua yang membacanya. Amen
Tetapi sejak perjanjian baru karena Tuhan Yesus telah menjadi korban bagi umat manusia, maa pengampunan dosa yang kita lakukan telah disucikan oleh bilur-bilur Yesus yang tercurah saat mati di atas kayu salib sebagai korban ganti dosa-dosa kita.
Apakah kita pernah mengalami pengampunan dosa tersebut? Apakah kita pernah mengakui dosa di hadapan Tuhan tetapi kita merasa Tuhan tidak pernah mengampuni dosa kita tersebut?
Berhati-hatilah jika kita mengalami perasaan bersalah yang tidak berkesudahan, karena itu bukan berasal dari Tuhan, karena ada tertulis "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yohanes 1:9).
Iblis, dalam bahasa Ibrani artinya adalah “penuduh atau musuh”. Iblis pada awalnya merupakan penghulu malaikat yang diciptakan oleh Tuhan dengan sempurna dan baik. Ia ditunjuk untuk melayani Tahta Allah. Namun, sebelum dunia dijadikan Ia telah memberontak kepada Allah dan menjadi musuh besar Allah dan manusia.
Identitas Iblis
Sebagai peniru Allah, iblis juga memiiliki beberapa nama yang mewakili sifatnya. Memang iblis dibuang dari surga karena ia ingin menyamai Allah dalam segala hal. Inilah nama-nama yang saya berikan supaya kita lebih tahu tentang musuh nomor satu kita.
1.Satanos (bahasa Yunani), Satan (bahasa Ibrani), artinya lawan (dalam bahasa Inggrisnya adalah adversary).
2.The Evil One atau dalam bahasa Indonesia disebut “si Jahat.”
3.Devil, Diablos (bahasa Iblis). Berasal dari akar kata “Dia” artinya throught dan “Ballo” artinya to cast atau melemparkan diri. Artinya iblis selalu mengacaukan hubungan baik antara seesama kita atau dengan Tuhan.
Identitas lain dari iblis.
1.The Tempter artinya “si Penggoda.” Iblis selalu menggoda tiga hal pada diri manusia, seperti ia menggoda Hawa di kitab Kejadian 3. yang pertama adalah keinginan daging dengan cara menawarkan buah pengetahuan yang baik dan jahat kepada Hawa. Dalam bahasa sehari-hari, “Ini menyenangkanku.” Yang kedua adalah keinginan mata sehingga buah itu sedap kelihatannya, baik, dan memberi pengetahuan menurut pandangan Hawa. Dalam bahasa sehari-hari, “Rasanya, ngak ada salahnya aku melakukan ini. Semua juga melakukan kok.” Yang ketiga keangkuhan hidup dengan cara menawarkan kuasa seperti Allah. Dalam bahasa sehari-hari, “Ini’kan tubuh, tubuhku sendiri. Ini’kan uang, uangku sendiri. Kenapa aku harus diatur?” Nah, di sini iblis memumculkan diri secara tersamar. Ia menggoda manusia supaya jatuh dalam dosa.
2.The Deceiver artinya “Si Penipu.” Kitab 2 Korintus 11:13-15 mencatat mengenai peranan iblis dalam hal penyesatan jemaat atau manusia yang tidak mengenal Allahnya, 11:13 Sebab orang-orang itu aalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus seperti yang diperingatkan Tuhan: “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.” Sudahkan anda mengenal Allah kita lebih dalam ? Kalau anda mengenal Allah, maka anda akan bisa mengenal imitasi-imitasi atau peniru-peniru Allah. Sebagai penipu ia memunculkan dirinya sebagai saudara palsu di tengah-tengah jemaat. Atau tampil sebagai hamba-hamba Tuhan atau pendeta palsu di tengah-tengah jemaat. Atau tampil, sebagai hamba-hamba Tuhan atau pendeta palsu di tengah-tengah mimbar, bahkan nabi palsu di tengah-tengah berbagai kegiatan spiritual, dan puncaknya mesias palsu di tengah-tengah dunia. Kalau anda tidak mau tertipu, kenallah Allah yang anda sembah.
3.The Accuser artinya “Si Pendakwa” (Wahyu 12:10). Juga memiliki arti yang lain yang disebut “Si Penghujat” (Slanderer). Ia berusaha untuk mendakwa umat Tuhan. Oleh karena itu seringkali kita dipakai oleh iblis untuk menghakimi hamba-hamba Tuhan dan memecah belah sesama saudara seiman. Jika di tempat anda sedang terjadi perpecahan, entah perpecahan keluarga, kantor, gereja, maka inilah biang keroknya. Tetapi antek-anteknya adalah manusia juga. Saudaraku, saya peringatkan jangan ijinkan dia memperalat anda mencaai tujuannya. Itulah sebabnya pekerjaan si jahat harus kita bongkar terlebih dahulu.
Kita perlu mewaspadai setiap pekerjaan iblis, karena kalau kita telah dapat diperdaya olehnya maka kita tidak percaya lagi pada Allah, dan ia akan merampas segala kebaikan itu dari kita. Ya, iblis berusaha menuduh, mendakwa dan mengingatkan kesalahan masa lalu, supaya kita terperangkap keadaan masa lalu dan tidak punya semangat untuk membentuk masa depan. Lalu, bagaimana sikap kita ? Apakah kita diam saja didakwa iblis terus-menerus. Firman Tuhan menjadi jawabannya.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan iblis agar manusia masuk dalam perangkapnya, ialah:
1. Menimbulkan Keraguan
Iblis tidak menyangkal bahwa Allah telah berfirman kepada manusia itu, dengan mengatakan kepada Hawa: “Tentulah Allah berfirman: semua pohon dalam taman ini, jangan kamu makan buahnya, bukan?”, dalam ayat 1. Kelihatannya iblis hanya sekedar mengulang saja Firman Allah. Namun iblis itu mengatakan “semua..” pada Hawa. Iblis seakan-akan hanya mempertayakan kembali, apakah Allah sungguh-sungguh telah berfirman. Apakah Hawa sudah mengerti maksud Allah itu baginya? Mungkin engkau salah mengerti tentang tentang perkataan Allah. Ungkapan iblis ini adalah suatu anjuran dari iblis supaya Hawa meragukan kebaikan dan Firman Allah. Jika Allah sungguh-sungguh mengasihi engkau, Ia tidak akan menyembunyikan sesuatu kepadamu.
Iblis juga mempergunakan Firman Allah ketika mencobai Yesus. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, laparlah Yesus. Lalu dicobai oleh iblis agar Ia makan. Iblis menggunakan Firman Allah, bahkan dia dapat menggunakan apapun untuk menipu dan memperdaya kita dengan kelemahan yang kita miliki.
“Jika engkau anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti” Matius 4:3
Tetapi Yesus tidak terpedaya dan tidak mau terperangkap oleh tipuan iblis, dan Yesus tetap kuat dan tegar oleh Firman Allah.
“Tetapi Yesus menjawab: “ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah” Matius 4:4
Bisa saja orang duniawi akan mempergunakan Firman Allah untuk mencoba membujuk orang percaya supaya melakukan sesuatu yang salah, yang kurang bijaksana dan bahkan perbuatan dosa.
2. Menyangkal Firman Allah
Setelah iblis menimbulkan keragu-raguan pada Hawa, iblis terus berusaha untuk membuat Hawa supaya menyangkal Firman Allah. Iblis menegaskan kepada Hawa, “Sekali-kali kamu tidak akan mati..”, ayat 4. “Engkau tidak akan mati!”. Pernyataan ini merupakan langkah lanjutan dari meragukan kepada menyangkal Firman Allah. Tentunya Adam dan Hawa belum pernah melihat kematian yang sebenarnya. Untuk tetap hidup segala sesuatu yang dibutuhkan oleh Adam dan Hawa adalah hanya Firman Allah. Jika saja Hawa tidak mendengarkan iblis tentunya ia tidak akan terperangkap, mulai meragukan dan menyangkal Firman Allah itu.
3. Memperdaya Manusia
Manusia diperdaya dengan dustanya si iblis. “Engkau akan menjadi seperti Allah!”. Adam dan Hawa telah diciptakan sesuai dengan citra Allah, tetapi iblis mencobai mereka dengan sesuatu yang lebih besar yaitu: menjadi sama seperti Allah! Ini adalah suatu ambisi yang besar dari si iblis, Lucifer itu.
Iblis adalah mahluk ciptaan. Namun kemudian ia ingin disembah dan dilayani sama seperti Allah. Sikap inilah yang membawanya kepada pemberontakan untuk melawan Allah.
“Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai yang Yang Maha Tinggi” Yesaya 14:14
“Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah mahluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin” Roma 1:25
Dusta adalah perkataan iblis, dialah bapa segala dusta. Dusta sering disebut sebagai ciri khas iblis, dialah sumber segala kebohongan itu.
“Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginnan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” Yohanes 8:44
Dusta iblis kepada Hawa adalah ”engkau akan menjadi sama seperti Allah” (Kejadian 3:5). Mempercayai dusta iblis berarti menolak kebenaran Allah.
Ketika manusia itu telah diperdaya oleh iblis, maka seluruh pikiran manusia dapat dikuasainya dan segala keinginan yang dikehendakinyapun masuk pada pikiran manusia itu. Kita melihat bagaimanakah respon atau sikap Hawa ketika ia mempercayai dusta iblis. Hawapun memiliki argumentasi dan jawaban sendiri, yang akhirnya membawa dia jatuh ke dalam dosa.
"Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging (manusia), tetapi melawan (pangkat-pangkat setan di kerajaan angkasa) pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. " Efesus 6:10-12
Jika Anda belum yakin akan kemana Anda pergi setelah kematian menjemput Anda, berdoalah kepada Tuhan Yesus dan undanglah DIA masuk ke dalam hati Anda, akuilah segala dosa Anda dan minta Tuhan Yesus menyucikan hatimu dari segela dosa dan kejahatan, dan mintalah Tuhan Yesus untuk tetap tinggal di dalam hatimu menjadi Raja atas hidupmu sampai maut menjemput ajal kita nanti.
Jika Anda sudah pernah mengundah Tuhan Yesus masuk ke dalam hatimu, jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan dan kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah. Kiranya tulisan ini menjadi berkat bagi kita semua yang membacanya. Amen
Comments
Post a Comment